RSS
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

(gak sekedar) Renovasi


Bagi saya 2014 adalah tahunnya merenovasi. Renovasi kosan, renovasi kelas dikampus, dan.. renovasi hati.

2013 saya awali dengan berjomblo karena pacar saya meninggal ketika itu, dan saya akhiri dengan berjomblo juga. Dari pertengahan 2013 hari – hari saya sibuk mencoba melupakan mantan pacar saya itu, tidak ada niat untuk mencari pengganti. Disamping itu nyari pasangan kan tidak mudah. Sayangnya belum ada yang cocok untuk dilalui bersama sebagai seorang pacar karena hati memang belum ingin membuka. Sayangnya lagi, entah ini hanya terjadi di Ibu Kota atau di seluruh dunia, konsep pertemanan dengan lawan jenis bagi seorang jomblo bukanlah semudah: kenalan dulu -> saling mendalami satu sama lain -> kalo ngga cocok jadi pacar, ya jadi temen.

Yang berlaku di lapangan adalah: apapun yang dilakukan oleh cowok jomblo ke cewek, dianggap sebagai manufer pencarian jodoh. Respon cewek itu hanya 2: (1) biasa aja, (2) menendang cowo itu jauh – jauh. Padahal belum tentu apa yang dilakukan cowo jomblo adalah sebuah aksi untuk mencari pacar. Bisa aja cuma biasa – biasa aja, tanpa ada motif apapun.. Tergantung cewek yang Ia ajak kenalan kayak gimana..

Saya juga sepertinya harus merenovasi motor. Padahal baru keluar dari meja operasi, ternyata masih ada yang belum bener. Kemaren saya dan Evan hujan – hujanan diparkiran sehabis nonton pesta kembang api di pergantian malan tahun baru. Helm Evan nyangkut di bawah jok lebih dari 20 menit! Dengan penuh kesabaran (sebenernya sih ekstra keras menahan emosi), akhirnya helmnya bisa dilepas. Udah hujan, gelap pula.

oOo

Sampai saat ini, baik gebetan atau pasangan, berdasarkan waktu kapan dia ngajakin jalan, tipe pasangan bisa dibagi ke 4 tipe.
  1. TIPE PERTAMA. Pasangan yang ngga ngerti kondisi pacarnya. Mau dia lagi banyak duit atau enggak, akan selalu ngajak jalan
  2. TIPE KEDUA. Mau pasangannya lagi ada duit atau enggak, dia ngga pernah ngajak jalan, nunggu diajakin.
  3. TIPE KETIGA. Yang terakhir tipe yang paling pengertian. Paling tau banget kapan pasangannya lagi ada duit. Pas pasangannya baru dapet gaji, dia langsung ngajakin jalan. Tapi kalo pasangannya ngga gajian, dia ngga akan ngajakin jalan.

oOo


Sampai detik ini belum ada cewe yang pernah dekat dengan saya. Dan seperti biasa, semua karena saya belum mau membuka hati. Saya sudah coba mencari yang sederhana (baik dari kepribadian, pendidikan, sampai gaya hudup), tetap tidak berhasil. Pekedate dengan cewe tipe ini memang mudah, namun nasib sial masih bersama saya.

Tapi saat ini saya lagi dekat dengan seorang cewek, sayangnya belum pernah ketemu karena jarak yang memisahkan antara saya dengannya. Namun, itu bukan menjadi sebuah halangan untuk tetap berjuang demi mendapatkan seorang yang mau tinggal dihati saya, karena selama ini belum ada yang bisa mengisi kekosongan hati saya, entah kenapa cewek yang sama sekali belum pernah saya temui malah bisa nyolong hati saya?? Sering saya lontarkan pertanyaan itu kepada Tuhanku.

Dia memang sudah memberi lampu hijau, tapi lagi lagi kami berantem dan berantem layaknya pasang anak ABG. Duh... lucunya pertengkaran pasangan yang sedang jatuh cinta ini :3

Sudah, lupakan soal pertengakaran. Di titik ini saya makin ngga ngerti isi hati cewe. Mereka bilang ngga nyaman sama cowoknya, hubungannya ngga harmonis, ngga mungkin dilanjutin lagi, tapi mereka tetap memilih bersama orang yang salah. Bagaimana kalian bisa bersama orang yang benar jika masih bersama orang yang salah?

Dari berbagai alasan yang pernah saya dengar, alasan yang paling ngga bisa masuk ke logika saya adalah: takut single, takut ngga dapet pacar lagi. Woy! Jodoh itu kayak rejeki, sudah ada yang ngatur dan ngga mungkin ketuker..


Apapun yang ditakdirkan jadi milik kamu, akan datang kepadamu. Baik rejeki, maupun musibah.

0 komentar

Posted in

(gak sekedar) Perayaan Akhir Tahun


Rencana awal adalah menghabiskan akhir tahun di tempat yang paling romantis di luar Jawa, bersama pacar, dan menyaksikan matahari pertama 2014 bersama orang yang paling disayang tersebut.

Kemudian pertengahan 2014 kami putus.

Okeh, saatnya plan B.

Menghabiskan akhir tahun di tempat yang paling romantis di luar Jawa, bersama pacar gebetan, dan menyaksikan matahari pertama 2014. Meski ngga sama pacar, toh tetep bersama orang yang disayang.

Lalu tiba – tiba cewe – cewe yang pernah pedekate sama saya kabur setelah pertemuan pertama.

Yeah, mungkin ini saatnya Plan Terburuk. Diem di kamar, kunci pintu, lalu membatu hingga busuk sampai akhir taun depan.
.... kemudian datanglah dewi penyelamat. Temen saya, Sauca, ngajakin jalan – jalan ke Semarang Festival yang akan berakhir pada hari itu. Yang diajak tidak hanya saya, ada 4 temen lainnya. Ravika, Evan, Fahmi, Manda, dan Bariq.

Evan tiba lebih dulu di Festival karena dia dan band ada jadwal manggung di sana. Setelah Evan, saya datang. Sambil menunggu yang lain sampai ke Festival, saya dan Evan nyari makanan buat ganjel perut. Bukan cewek namanya kalo dandan dan preparenya lama. Saya dan Evan sudah kayak pasangan homo berkeliling lapangan tempat Festival diadakan sambil menunggu mereka. Hari sudah malam, sekitar jam 7, barulah Sauca dan Ravika datang. Manda, Fahmi dan Bariq datang paling akhir setengah jam kemudian.

Jalanan sepanjang Festival sesak dengan lautan manusia. Bau badan betebaran dimana – mana. Saking pekatnya aroma tubuh manusia, stand ayam bakar berubah menjadi stand ketek ayam bakar.


Sepertinya yang lagi hits tahun ini adalah terompet yang kalo ditiup menghasilkan bunyi: EMAAAAAAAK!!! Jadi ketika banyak orang yang meniupnya, susah dibedakan antara bunyi terompet atau memang sedang ada anak hilang nyariin ibunya.

Kembang api sudah mulai dinyalakan ketika itu, tapi bukan yang besar. Kalau kembang api yang besar ibarat mobil, kembang api yang dihidupin ketika kami baru ngumpul saat itu ibarat Tamiya.

Malam itu turun hujan. Sangat lebat. Orang bilang hujan ini adalah doa kaum jomblo yang ngga punya pasangan dan akhirnya memilih diam diri di rumah mengurung diri meringkuk di sudut tergelap dalam kamar. Itu SALAH! Bagi saya hujan ini adalah air mata para jomblo. Dan kalau hujannya lebih lebat dari taun lalu, mungkin jomblo taun ini lebih banyak dan tangisnya lebih keras.

Sambil menunggu hujan reda, kami memilih nongkrong di salah satu stand sate. Kami ngobrol tentang apa yang kami lakukan ketika malam tahun baru setahun lalu. Hanya saya sendiri ketika itu lupa apa yang saya lakukan tahun lalu. Yang bisa saya ingat adalah perjalanan hidup saya di kampus saya sekarang.

Awal – awal ngampus saya lebih sering berada di perpustakaan. Datang ke kampus langsung masuk perpus tanpa sempat bertemu mahasiswa yang lain. Sampai – sampai tidak ada yang sadar saya udah ada di kampus.

Sampai akhirnya saya ditugaskan menjadi ketua angkatan, barulah saya mulai bisa berbaur dengan teman – teman yang lain. Kemudian kampus saya mulai memasuki fase pelatihan – pelatihan. Mahasiswa - mahasiswi dikirim ke luar kota untuk ikut pelatihan. Saya kebagian ikut pelatihan tiga kali. Kali pertama saya hampir batal ikut karena ketika itu saya menggunakan nama temen di kampus untuk tiket pesawat disebabkan ada suatu kesalahan.  Meski sudah menunjukkan KTP teman saya ini, pihak bandara tetap tidak mengijinkan saya lewat. Ini ketahuan karena wajah, umur, dan fisik temen yang namanya saya pakai ibarat bapak saya.

Untung saya masih bisa berangkat dengan membeli tiket baru.

Di pelatihan kedua yang saya ikuti, saya bertemu mahawiswi lain dari universitas kota lain. Dia cantik, sayangnya masih punya pacar.


Setelah hujan jadwal pelatihan, masuklah kelas saya dalam fase ngeberesin administrasi. Saya yang awalnya sebagai analis ikut membantu memasukkan data ke program, nyetak laporan, motocopy, ngisi ulang printer, memperbaiki komputer, sampai anter jemput dan ngasuh anak – anak mahasiswa lain. #loooh :O

Dan di penghujung tahun masuklah dua mahasiswi baru. Salah satunya ada yang menarik banget. Sayangnya (lagi) dia sudah punya pacar.

Hujan sudah mulai reda. Jam sudah menunjukkan sebelas lima puluh lima malam. Bentar lagi pergantian taun. Kami putuskan untuk ke lapangan saja nonton kembang api. Hujan masih turun, rintik – rintik tapi cukup membasahkan. Temen – teman sudah nyari tempat di pinggir lapangan nonton kembang api. Saya pergi sebentar beli jagung bakar. Kembang api mulai jedar jeder tepat di saat jagung saya sudah siap. Sesekali embang api mengeluarkan suara jedug menerangi langit.

Karena lokasi yang dipilih teman saya tidak begitu enak untuk menikmati kembang api, saya pindah ke tempat yang lebih lapang. Hujan membasahi tubuh saya. Cukup membuat sambal yang melumuri jagung saya lumer. Baju dan tubuh yang basah, tak mengurangi nikmat memandangi indahnya kembang api.

Langit, dengan asap dari kembang api, dan kedipan cahayanya, seakan membentuk pusaran di angkasa dan menarik ingatan saya selama setahun ini. Yah, akhir tahun ini menarik, bedanya hanya saya sekarang sedang sendiri. Tanpa pacar yang biasa meramaikan hati dari hari ke hari.

Akhirnya saya ingat apa yang saya lakukan di akhir tahun lalu. Saya di rumah, melihat kembang api yang dinyalakan para tetangga di kejauhan. Sambil berkirim pesan dengan pacar yang sedang berada di rumahnya, dan menanyakan bagaimana perayaan akhir tahun disana.

2013 sungguh tahun yang keren! Ada yang datang, ada yang pergi.

2014, semoga ada seseorang yang mau tinggal.


0 komentar

Posted in